PESADA  Audiensi ke Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak & Masyarakat Desa (DPPA&MD) Kabupaten Samosir

Pada tanggal 18 Agustus 2021 PESADA bersama perwakilan dampingan kelompok perempuan  Kabupaten Samosir melaksanakan audiensi ke Dinas Pemberdayaan Anak & Masyarakat Desa Kab. Samosir. Adapun tujuan audiensi menindaklanjuti usulan program pada saat MUSRENBANG RPJMD Tahun 2021 – 2026 yang telah dilaksanakan tanggal 27 Juli 2021 melalui virtual. PESADA mendiskusikan ke OPD terkait yaitu usulan program untuk penguatan Perempuan khususnya Kab.Samosir ke Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak & Masyarakat  Desa. Hal ini mendorong pemerintah Kabupaten Samosir  untuk mengalokasikan anggaran penguatan perempuan. Audiensi ini disambut baik oleh Kepala Dinas bersama staf.

Adapun poin-poin yang disampaikan PESADA sbb :

a. PESADA menyampaikan perkembangan program semester 1 tahun 2021 :

  • Sebaran dampingan PESADA di Kab.Samosir hingga saat ini ada 12 kelompok di 8 desa 4 kecamatan dengan 514 anggota.
  • Pendampingan Women Crisis Center Sinceritas ( Kekerasan terhadap Perempuan) Jumlah kasus ditangani 7 kasus dengan jenis KDRT psikis 5, 1 KTP seksual/cabul, KTAp seksual/cabul 1.
  • Diskusi kritis di kelompok Credit Union/CU mengenai Hak kesehatan seksual dan reproduksi, KTP, HAM/HAP dan UU no.7 /1984 penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

b. Tantangan pelaksanaan program di Kab.Samosir kaitannya penguatan perempuan :

  • Jumlah kasus yang didampingi di 7 kasus umumnya penyelesaian kasus dengan adat, didiamkan tanpa mempertimbangkan keadilan bagi korban. Penting meningkatkan perspektif gender bagi Tokoh Adat agar mampu menyelesaikan kasus-kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) dengan mempertimbangkan keadilan bagi korban.

c.  Rekomendasi ke Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak & Masyarakat Desa

  • Sosialisasi UU PKDRT, Penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, dan Hak kesehatan seksual dan reproduksi kepada laki laki, tokoh Adat dan Agama untuk membangun kepekaan gender mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.
  • Sosialisasi pencegahan perkawinan anak
  • Menyelenggarakan Musrenbang perempuan (Pra Musrenbang) untuk mengidentifikasi masalah masalah khusus perempuan dalam pembangunan.
  • Pendidikan kader masyarakat untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan
  • Mendorong adanya program afirmasi bagi perempuan untuk memiliki asset atas nama perempuan contoh subsidi biaya pengurusan sertifikat tanah, dan quota untuk akses fasilitas PRONA sertifikat tanah.

Kepala Dinas DPPA&MD merespon dengan baik dan menerima rekomendasi dari PESADA menjadi program OPD untuk pembahasan penyusunan Rencana Strategis 5 tahun ke depan, selain itu Kepala Dinas PPA & MD menyampaikan terima kasih kepada PESADA dan akan tetap menjalin kerjasama masukan-masukan untuk pendampingan penguatan perempuan dan anak Kabupaten Samosir.  (SES)

Pelatihan Pembukuan CU Bagi Pengurus Unit Yang Baru Terpilih

Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan. Fungsi dari pembukuan adalah untuk mengetahui setiap transaksi yang dilakukan di dalam suatu lembaga atau koperasi bahwa tidak ada satu transaksi pun yang terlewat atau tidak tercatat. Dalam hal ini dibutuhkan ketelitian untuk melakukan pencatatan. Pencatatan yang teliti dan rapi sangatlah memberikan pengaruh terhadap keberlangsungan usaha yang dijalankan. Dengan mengetahui transaksi apa saja yang ada pada hari itu maka akan diketahui bagaimana distribusi uang pada hari itu, kemana uang itu dikeluarkan dan dari siapa saja uang itu diterima. Pembukuan yang jelas dan rapi akan membangun kepercayaan anggota kepada lembaga tersebut.

Praktek pengisian pembukuan

Dalam hal ini Kopwan Pesada PEREMPUAN melaksanakan Kursus Pembukuan untuk pengurus baru yang telah terlaksana pada tanggal 16 – 22 Juni 2021. Kursus ini diikuti oleh pengurus baru dari wilayah Siempat Nempu, Rantebesi, Sumbul dan Sidikalang. Melalui kursus ini pengurus baru sudah mulai memahami praktek pencatatan mulai dari Slip Uang Masuk, Slip Uang Keluar, Daftar Uang Masuk, Daftar Uang Keluar dan Buku Kas. Serta pencatatan pembulatan angka ke bawah dan ke atas. Peserta sangat serius dan antusias dilihat dari hasil praktek pembukuan dapat dilakukan sampai pengisian buku kas. #KopwanCUPP

Pengurus unit Wilayah Sidikalang dan Sumbul
Pengurus unit Wilayah Siempat Nempu Hilir
Pengurus unit Wilayah Siempat Nempu Hilir
Pengurus unit Wilayah Rante Besi

 

 

Pelatihan “Keamanan Pangan” Sebagai Pedoman Pemberian Sertifikat  Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)

PESADA pada tanggal 17 Juni 2021 mengadakan Pelatihan “Keamanan Pangan” untuk kelompok dampingan di Wilayah Nias Utara. Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas kesehatan Kab. Nias Utara. Salah satu syarat yang harus dilakukan agar dapat memperoleh Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Dalam pedoman pemberian Sertifikat  Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) disebutkan bahwa syarat pengurusan P-IRT adalah bila makanan yang diproduksi itu tahan lebih dari 7 hari.  Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tnagga (SPP-IRT) adalah jaminan tertulis yang diberikan oleh Bupati/walikota terhadap pangan produksi IRTP dalam rangka peredaran Pangan Produksi IRTP.

Masa berlaku SPP-IRT berlaku selama 5 tahun dan dapat diperpanjang selama memenuhi persyaratan. Masa berlaku juga dapat berakhir bila pangan yang diproduksi oleh Industri Rumah Tangga tersebut dilarang diedarkan.

Setelah selesai pelatihan keamanan pangan dilanjutkan dengan meninjau proses pembuatan VCO mulai dari awal hingga selesai.  Semoga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan. (BP)

Pertemuan Reguler Forum Tokoh Adat & Agama Kabupaten Humbang Hasundutan

Para Peserta Pertemuan Tokoh Adat & Agama

Peran para tokoh agama dan tokoh adat di Kabupaten Humbang Hasundutan sangat penting dalam membina berjalannya norma adat dalam kehidupan sosial budaya masyarakat khususnya Batak Toba. Norma adat menjadi pegangan bagi masyarakat adat dalam relasi kekerabatan dalam komunitas dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap cara pandang masyarakat dalam kehidupan demokrasi politik dan ekonomi. Dalam praktiknya norma adat Batak Toba yang patrilineal memberikan keistimewaan bagi laki-laki dibanding perempuan dalam akses, partisipasi dan kontrol terhadap sumberdaya. Perempuan sebagai anggota masyarakat adat ternyata masih juga sering mengalami diskriminasi gender dan kekerasan terhadap perempuan

Dalam konteks demokrasi, diskriminasi gender terhadap kepemimpinan perempuan di berbagai level dan arena masih terus terjadi. Tingkat keterwakilan perempuan di arena kepemimpinan politik, struktur adat & lembaga agama, dan posisi strategis di dalam lembaga ekonomi masih sangat rendah. Jika pun ada kandidat perempuan yang berani maju dalam proses pemilihan, mereka ternyata masih sering terhambat oleh pandangan adat yang mengutamakan marga yang sama, mesti laki-laki, sudah menikah dan juga masalah politik uang.

Mulai tahun 2015, PESADA telah mulai melibatkan para tokoh adat dan agama dalam memperjuangkan perlindungan perempuan korban kekerasan dan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual & Reproduksi (HKSR) Perempuan. Pembentukan forum multi stakeholder dari unsur tokoh adat & agama menjadi mitra strategis dalam mendukung upaya pencapaian program PESADA di Humbang Hasundutan.  Forum ini menjadi wadah untuk menumbuhkan dukungan tokoh adat & agama melalui diskusi kritis, penanganan kasus, dan pendidikan publik terkait masalah perempuan di berbagai bidang.

Para Peserta Pertemuan Tokoh Adat & Agama

Untuk menggiatkan kembali forum tokoh adat & agama di Humbang Hasundutan yang sempat vakum akibat kebijakan pembatasan sosial pandemic Covid-19, PESADA memfasilitasi Diskusi kritis bagi tokoh Adat & Agama daerah dampingan PESADA pada hari  Rabu, 09 Juni 2021, di hadiri oleh 21 orang, (15 pr,6 lk)  di Talbak coffee –  Sirisirisi. PESADA memfokuskan tentang issu gender dalam kepemimpinan perempuan. Issu ini menjadi relevan menjadi topik mengingat pentingnya meningkatkan kepemimpinan perempuan dalam Pemilihan Kepala Desa yang akan dilaksanakan pada tahun 2021.

Adapun tujuan pertemuan tersebut adalah :

  • Peserta memahami hak-hak politik perempuan dan kepemimpinan perempuan.
  • Peserta menyadari akar masalah diskriminasi gender dalam nilai-nilai adat terhadap kepemimpinan perempuan.
  • Forum tokoh adat & agama memiliki perspektif gender dan semakin aktif mendukung kepemimpinan perempuan dan penanganan kasus-kasus KtP di Humbang Hasundutan

 

Narasumber

Pada pertemuan ini, PESADA menghadirkan 4  perempuan potensial dampingan PESADA sebagai narasumber yang menyampaikan pengalaman, hambatan, peluang masing-masing serta menyampaikan harapan kedepan kepada tokoh agama  dan adat.

Kegiatan berjalan dengan baik  dengan menerapkan protokol kesehatan, peserta Tokoh Adat & Agama merespon aktif dalam menyampaikan pendapat. Diskusi kritis ini diharapkan dapat meningkatkan perspektif gender dan tumbuhnya dukungan terhadap upaya peningkatan partisipasi & keterwakilan perempuan di berbagai level. (SS)

Pengembangan Penanaman Padi Metode S.R.I. (System of Rice Intensification)

Pembuatan Kompos Organik

Pengembangan Penanaman padi dengan metode S.R.I (System of Rice Intensification), untuk saat ini adalah metode penanaman yang langkah dilakukan oleh petani oleh sebab itu PESADA bersama kelompok perempuan yang didampingi pekerjaan sebagai petani. Pengembangan pertanian melalui kelompok kebun keluarga sebagai sumber pangan keluarga seperti sayuran, bumbu dll dengan perawatan tanaman ramah lingkungan, selain itu petani perempuan memperoleh pengetahuan bagiamana proses penanaman  padi dengan metode SRI.

Sebelum penanaman padi PESADA bersama anggota kelompok perempuan mempraktekkan pembuatan kompos ramah lingkungan/organik, pembuatan bokashi yaitu kompos organic dan pestisida cair dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan yang tidak bermanfaat dan mengandung zat pupuk tanaman.

Penyediaan bibit padi

Penanaman padi dengan metode S.R.I. adalah teknik budidaya padi yang mampu meningkatkan produktivitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air, dan unsur hara.

Keuntungan penanaman padi metode SRI adalah tanaman hemat air, hemat biaya benih, hemat waktu karena panen lebih awal, produksi bisa meningkat.

Oleh Sebab itu PESADA bersama Dampingan kelompok Kebun Keluarga “ Ronaria” desa Batu Kapur – Karing Kab.Dairi mempraktekkan  penanaman padi dengan metode S.R.I. Dalam kegiatan ini, petani perempuan dengan semangat dan aktif mengikuti diskusi ini yang dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2021, peserta diikuti oleh 20 orang petani perempuan dan diharapkan kelompok lain menerapkan penanaman padi dengan metode SRI banyak di minati oleh petani perempuan lainnya. (SS)

Penanaman padi metode SRI

Diskusi Kritis Reguler Tokoh Adat & Tokoh Agama Kabupaten Pakpak Bharat Untuk “Penguatan Perspektif dan Keberpihakan Kepada Perempuan”

Mulai tahun 2015, PESADA telah mulai melibatkan para tokoh adat dan agama dalam pelaksanaan program.  Pelibatan para tokoh sebagai pendukung dalam pencapaian program di wilayah dampingan PESADA. Bentuk pelibatan para tokoh sangat bervariasi, sesuai dengan kebutuhan lokal.  Mereka mulai terlibat dalam aktifitas untuk pemenuhan hak-hak perempuan melalui advokasi kebijakan pemerintah, terlibat dalam mediasi kasus dan merujuk kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di desa masing-masing.

Kamis, 27 Mei 2021 PESADA melaksanakan kegiatan diskusi dengan Tokoh Adat & Tokoh Agama wilayah Kab. Pakpak Bharat di Balenta Desa Traju.

Pertemuan tersebut dihadiri dengan peserta 17 orang (perempuan 12 & laki-laki 5). Kegiatan pertemuan ini bertujuan untuk penguatan perspektif para tokoh dalam memahami hak-hak politik perempuan khususnya dalam kepemimpinan perempuan dan melakukan advokasi melalui lembaga agama dan adat serta pemerintah desa agar mendukung dengan menerima kepemimpinan perempuan. Khusus di kabupaten Pakpak Bharat akan melakukan PILKADES serentak sehingga pentingnya pemahaman bersama mengenai dukungan Tokoh Adat & Agama terhadap perempuan  menjadi kepala desa. Dalam diskusi tersebut Tokoh Adat & Agama memahami bersama mengenai HAM, HAP, prinsip-prinsipnya dan UU no.7/1984 ttg penghapusan diskriminasi termasuk Hak-hak perempuan pedesaan. (SS,JB)

Pendidikan pencegahan dan respon cepat penyebaran covid19

Pendidikan pencegahan dan respon cepat penyebaran Covid 19 dilakukan PESADA pada tanggal 6 April 2020 untuk kader pengelola  OSS&L dan staf CU Pesada PEREMPUAN yang berjumlah 10 orang dengan narasumber dr. Edison Damanik dari Dinas Kesehatan Kab Dairi . Pendidikan ini bertujuan supaya peserta

  1. Memahami seluk beluk Covid 19, jenis penularan dan cara pencegahannya.
  2. Mampu menyampaikan informasi ke keluarga/rumah tangga, kelompok perempuan dan komunitas mengenai point 1 dengan sederhana, menggunakan media-media yang resmi yang telah diadopsi untuk mudah dipahami.
  3. Mengingat ulang isi pendidikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan bahasa yang mudah dipahami di kelompok perempuan menghindari penyebaran covid 19.
  4. Terampil membuat dan menggunakan hand sanitizer dan disinfektan yang sesuai standar Kesehatan.
  5. Terampil merespon kasus yang berhubungan dengan covid29, merujuk ke layanan Kesehatan dan adanya hotline untuk mempercepat layanan terkait covid19

Dalam proses diskusi peserta  mengisi  check list penilaian resiko pribadi terkait covid19,  dalam penilaian tersebut peserta memilih kegiatan  yang  dilakukan berpotensi tertular di luar rumah, potensi terlular di dalam rumah dan daya tahan tubuh ( imunitas ). Dari hasil penilaian ini peserta menyadari sangat penting menjaga  kebersihan diri dan lingkungan, mencuci tangan apabila menyentuh benda – benda, mandi dan keramas apabila keluar rumah, merendam pakaian, mensosialisasikan check list penilaian resiko pribadi kepada keluarga di rumah supaya tidak tertular, menjaga kesehatan dengan berolahraga dan mengkonsumsi vitamin E dan C.  Peserta juga mengetahui bahan – bahan makanan yang meningkatkan kekebalan tubuh. Bahan makanan tersebut banyak tersedia disekitar kita misalnya jambu biji, labu kuning, ubi jalar dan harganya masih terjangkau.

 

Kedaulatan Pangan Organik Pada Masa  Pandemi Covid 19

Bulan Mei 2020, Pesada melakukan kegiatan diskusi dengan topik “Pencegahan & Respon Cepat Covid 19“ pada kelompok kebun keluarga. Mengetahui bahwa mayoritas dampingan Pesada adalah petani, diskusi ini dilakukan di Unit Bahagia Desa Kaban Julu, Unit Ronaria Batu Kapur Desa Karing, dan Unit Kopi Maju Desa Jumateguh, Pesada menilai bahwa topik ini sangat penting untuk diketahui oleh dampingan kelompok kebun keluarga pada masa Covid – 19 ini. Selain bertambahnya pengetahuan pemahaman  Covid – 19 serta cara pencegahannya juga memotivasi merubah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pesada menyampaikan untuk tetap  mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung nilai gizi yang tinggi  untuk meningkatkan immunitas. Adapun dampak Covid – 19 yang dirasakan oleh petani saat ini adalah harga produk pertanian yang begitu menurun pada masa Covid -19. Walaupun harga produk pertanian menurun, dampingan tetap semangat untuk menghadapinya bila melihat  situasi masyarakat di perkotaan yang begitu terasa dampaknya dibandingkan di desa. Pada kegiatan diskusi ini ada pembagian bibit tanaman bagi kelompok kebun keluarga  seperti bibit sawi manis, sawi pahit, kangkung, bayam, jagung manis serta memotivasi untuk menanam umbi – umbian pada masa Covid – 19 adapun tujuan pembagian bibit tanaman tersebut adalah :

  • Supaya dampingan tetap giat berkebun memanfaatkan pekarangan yang ada dan mengisi aktivitas selama stay at home bagi yang rentan dampak Covid – 19.
  • Supaya peserta mampu menghasilkan produk pertanian sehat dengan mengkonsumsi produk organik selama masa Covid –
  • Supaya peserta siap siaga untuk kedaulatan pangan dalam menghadapi Covid-19.

Oleh sebab itu dimasa sulit sekarang Pandemi Covid – 19, salah satu jawaban untuk mengisi kegiatan adalah bertanam dan beternak untuk memastikan kedaulatan pangan terjamin, Pesada akan  mendampingi ke kelompok lainnya untuk memastikan kedaulatan pangan tersedia dengan harapan tidak ada satu wargapun yang menderita kelaparan apalagi mati karena kelaparan pada masa Covid – 19. (ESS)

Tim DFAT dan MAMPU Melakukan Kunjungan ke Pesada (Host Konsorsium PERMAMPU) Sebagai Lembaga Mitra MAMPU

 

Pesada sebagai  hostnya Konsorsium PERMAMPU mendapat kesempatan  kunjungan tim dari DFAT (Department Of Foreign Affairs and Trade) kedutaaan Australia (Aeden Whyatt dan Bram Marolop) & MAMPU Jakarta (Fransisca) selama dua hari tanggal 11 – 12 Pebruari 2020. Yang menjadi agenda kunjungan di hari petama, diskusi terkait pengalaman Pesada dalam melakukan program OSS&L dan upaya membangun kerjasama dengan pemerintah daerah (Kab. Dairi dan Kab. Pakpak Bharat). Diskusi ini dilaksanakan  di ruang rapat Bupati Kabupaten Dairi. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak S.C.H Bancin (Assistant 2) mewakili Pemerintah Kab. Dairi. Peserta yang hadir  utusan dari FKPAR, FMS (Forum Multi Stakeholder), Perempuan Potensial (anggota DPRD Perempuan  Kab.Pakpak Bharat), Pengelola OSS&L, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas Pengelolaan OSS&L dari Kabupaten Dairi & Pakpak Bharat  dengan jumlah peserta 24 orang (18 pr, 6 lk) .

Penjelasan awal pengalaman Pesada dalam memulai kerjasama dengan pemerintah mengenai layanan OSS&L disampikan oleh Dinta Solin (Direktur Eksekutif Pesada). Dan dalam kesempataan ini peserta juga aktif menyampaikan manfaat program yang sudah diterima dari Pesada dan perbaikan ke depan untuk ditindaklanjuti.  Keberhasilan program tidak terlepas kerja sama yang kuat dari Pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, masyarakat sipil dan NGO.

Adapun  yang menjadi point rekomendasi  :

  • Komitmen dari Kepala Puskesmas dan Staf pemegang program untuk penyelenggaraan OSS&L.
  • Mengelola benturan kepentingan antar program di internal Puskesmas untuk mencegah konflik antar program
  • Komitmen dan terobosan pengambilan kebijakan pengelolaan anggaran, baik dari BOK dan APBD.

Usai berdikusi dari kantor Bupati, kunjungan dilanjutkan ke kantor CU Pesada PEREMPUAN. Hal yang menjadi topik diskusi  pengalaman Pesada terkait mendirikan dan pencapaian CU, serta tantangan yang dihadapi oleh anggota CU dalam memperkuat ekonomi perempuan. Diskusi ini dihadiri Dewan Pimpinan, Dewan Pengawas, Manajer dan staf CU.  Hari kedua tim DFAT, MAMPU didampingi  Direktur Eksekuti berkunjungan ke Sekretariat Pesada di Wilayah Kab. Humbang Hasundutan (Dolok Sanggul) untuk bertemu dan berdiskusi dengan Korwil dan Staf Lapangan, pengurus FMS (Forum Multi Stakeholder) dan perempuan potensial. Yang menjadi topik diskusi terkait cerita pengalaman penguatan kepemimpinan perempuan, upaya advokasi melalui FMS tentang kesehatan reproduksi dan ekonomi serta tantangan yang dihadapi di tingkat akar rumput. Dari hasil kujungan yang dilakukan selama dua hari  semoga terjalin kerjasama yang lebih baik ke depannya.

Perayaan IWD Di Wilayah Dairi


Perayaan IWD ( International Women Day ) wilayah Dairi diselenggarakan pada tanggal 13 Maret 2019 di Pusdipra Sidikalang. Peserta yang hadir berjumlah 90 orang (pr 88 & lk 2) yang merupakan perwakilan dari CU Pesada Perempuan 76 orang, KELPUM 4 orang SPUK (Suara Perempuan Untuk Keadilan) 1 orang , FKPAR (Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput) 1 orang, FMS (Forum Multi Stakeholder) 1 orang, Penyintas 2 orang dan Staf Pesada 5 orang. Tema perayaan IWD tahun ini adalah Pilih Caleg Perempuan dan Jangan Golput .
Tahun 2019 merupakan tahun politik bagi bangsa Indonesia, pendidikan politik menjadi salah satu rangkaian acara untuk memberikan pemahaan kepada perempuan mengenai hak politik perempuan, partisipasi dan keterwakilan perempuan di PEMILU 2019, dalam kesempatan ini hadir 2 orang Calon Legislatif Perempuan Dapil 1 Kab. Dairi yaitu

  1. Dunen Nainggolan, Caleg dari Partai PDIP nomor urut 9. Ibu ini merupakan anggota CU Pesada dan didukung penuh oleh CUPP dan Pesada melalui dana Partisipasi Politik Perempuan. Visi : memperjuangkan hak dan aspirasi perempuan untuk kesejahteraan rakyat. Misi: kesehatan, pendidikan, pertanian , seni dan budaya.
  2. Dr. Marini Stannie, S.IP, M.Pd.K Caleg dari Partai PSI nomor urut 3. Ibu ini merupakan Akademisi yang berjuang untuk pemberdayaan perempuan dan anak yang bertujuan sama-sama sehat, cerdas, dan kerja untuk Dairi.


Kedua Caleg ini melakukan dialog dengan peserta, masing masing Caleg menyampaikan Visi dan Misinya, serta membuat kontrak politik dengan kedua caleg. Peserta sangat antusias untuk mewujudkan keterwakilan perempuan, dapat dilihat dengan banyaknya harapan yang mereka sampaikan apabila Calon terpilih dapat memperjuangkan aspirasi mereka seperti kurangnya dokter spesialis anak di rumah sakit, meningkatkan pelayanan untuk ibu bersalin dengan memastikan dokter kandungan ada di tempat, adanya perhatian kepada harga produk pertanian dan peternakan, pendidikan yang berkwalitas, pertanian organic dan ketersediaan PPL di desa. Dukungan penuh dari perempuan sangat diharapkan untuk mewujudkannya, kedua Caleg berharap suara perempuan untuk perempuan tanpa politik uang.
Setelah berdialog dengan Caleg perempuan, peserta memperoleh kesempatan untuk melakukan pemeriksaan IVA 20 orang dan tes Gula Darah 36 orang yang difasilitasi oleh Team Medis dari Puskesmas Batang Beruh.

#13032019(ES/SS)