Newsletter subscribe

PROFILE

PERKUMPULAN SADA AHMO (PESADA)

Tahun 2021

Sejarah   

PESADA adalah Ornop lokal di Provinsi Sumatera Utara. Didirikan pada Oktober 1990 oleh 15 orang yang memiliki kepedulian yang sama pada persoalan sosial-politik Indonesia, terutama di Sumatera Utara. Kondisi politik dan peraturan pemerintah saat itu membatasi kegiatan LSM, maka Sada Ahmo didaftarkan  sebagai yayasan dan disebut sebagai Yayasan Sada Ahmo (YSA). Selama 13 tahun keberadaannya, YSA bekerja untuk etnis minoritas (Pakpak) melalui Pengembangan Masyarakat (pendidikan anak-anak prasekolah, dan pengembangan kelompok perempuan) dan Masalah Gender.

Sejak orde baru jatuh dan masa transisi dalam sistem politik serta krisis moneter yang melanda Indonesia, YSA lebih banyak bekerja pada penguatan perempuan dalam politik dan ekonomi. Pada Agustus 2003, YSA memutuskan untuk lebih mandiri, transparan, demokratis dan partisipatif. YSA merubah status hukumnya menjadi Perkumpulan, yang disebut Perkumpulan Sada Ahmo (PESADA). PESADA menghasilkan visi, misi, dan struktur organisasi baru.

Nilai Yang Menjadi Pegangan

Dalam menjalankan organisasinya, Konsorsium PERMAMPU berpedoman pada nilai-nilainya yang ditetapkan dalam Pedoman Perilaku:

  1. Hak Azasi Manusia
  2. Berbasis Hak Asasi Perempuan,
  3. Kesetaraan & Keadilan Gender
  4. Ketulusan
  5. Kesederhanaan
  6. Profesional
  7. Transparan
  8. Akuntabilitas,
  9. Anti Diskriminasi,
  10. Kemandirian
  11. Inklusif
  12. Berbagi Daya

Visi dan Misi

Visi PESADA adalah terwujudnya kekuatan ekonomi politik perempuan akar rumput yang setara & adil gender, inklusif, berkelanjutan dan berpengaruh mulai dari tingkat lokal sampai global.

Untuk mewujudkan visi tersebut maka dirumuskan misi sebagai berikut:

  1. Pendampingan Pemenuhan Hak Perempuan Korban Kekerasan, termasuk perkawinan anak dan pemenuhan HKSR Perempuan.
  2. Penguatan ekonomi perempuan akar rumput untuk gerakan ekonomi rakyat yang setara gender, inklusif dan berkelanjutan
  3. Penguatan keterwakilan dan kepemimpinan perempuan & kelompok minoritas, untuk perlawanan terhadap patriarkhi, fundamentalisme, primordialisme dan oligarki mulai dari pedesaan dan di lembaga adat dan agama.
  4. Menggali dan mengembangkan sumber daya yang mandiri dan berkelanjutan.

PESADA mengembangkan misi dan programnya melalui pemahaman sosial-ekonomi dan politik Sumatera Utara tingkat local, nasional dan makro. Ketidaksetaraan jender dan kemiskinan, terutama feminisasi kemiskinan, menjadi masalah utama bagi PESADA dalam mengembangkan Program Penguatan Masyarakat untuk perempuan, anak-anak, keluarga miskin, dan kelompok marginal lainnya.

Program ini menggunakan kerangka kerja penguatan dengan menggunakan “Analisis Kekuasaan’ dengan pendekatan pengorganisasian perempuan akar rumput untuk melihat peningkatan kesadaran kritis sebagai jantung penguatan, dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar dan akses ke sumber daya bagi perempuan miskin. Saat kelompok-kelompok yang tadinya tidak mempunyai kekuatan (dikarenakan pebedaan gender, ekonomi, ideologi, klas, dll.) menyadari posisi mereka setara dengan orang lain dan memahami hak-hak mereka untuk berpartisipasi, maka kelompok tersebut akan percaya diri untuk ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan untuk implementasi kebijakan. PESADA memahami bahwa kekuasaan tidak hanya dimiliki oleh satu kelompok, tetapi sesuai prinsip kesetaraan yang dibangun dari pemahaman praktis tentang pentingnya membangun kekuatan kolektif dalam program yang sejalan dengan kerangka penguatan perempuan.

Oleh karena itu, seluruh program PESADA harus mempertimbangkan lima level penguatan yaitu:1.    Pemenuhan kebutuhan dasar (makanan, air minum, dll.).2.    Akses ke sumber daya (pendidikan, keterampilan, informasi, kredit, dll.)3.    Kesadaran kritis.4.    Partisipasi dalam pengambilan keputusan baik di rumah tangga, lingkungan, dan ruang publik / politik.5.    Kontrol atas sumber daya, implementasi pengambilan keputusan, termasuk keterwakilan permepuan di semua arena pengambilan keputusan.

Kerangka kerja digunakan dalam semua tahapan program dengan menggunakan metode partisipatif mulai dari evaluasi dan perencanaan tahunan (Evaperca), Review rencana kerja enam bulanan dan perencanaan strategis tiga tahunan (Renstra). Dalam menjalankan kegiatan penguatan, PESADA juga percaya bahwa semua personil dikuatkan melalui proses pembelajaran dari masyarakat.

Modalitas PESADA

a. Profesional dan Good Performance

Pada tahun 2012, PESADA menginisiasi terbentuknya Konsorsium PERMAMPU yang beranggotakan delapan Organsasi Non Pemerintah yang fokus dalam Penguatan Perempuan di Pulau Sumatera. Pada periode 2014-2020, PESADA menjadi Host Konsorsium PERMAMPU yang melakukan Program Advokasi Pemenuhan Hak Kesehatan Seksual & Reproduksi Perempuan yang mendapat dukungan dana dari MAMPU-AUSIAD. Management Konsorsium dinilai cukup kuat, yang secara keseluruhan dan teratur diassess oleh pihak luar (MAMPU melalui YAPPIKA ActionAid) dengan menggunakan instrumen Organizational Capacity Performance and Assessment Tool (OCPAT). PERMAMPU adalah satu dari sangat sedikit LSM di luar Jawa yang dianggap kuat dan masuk di “2018 Civil Society Organization Sustainability Index For Asia”, 5th Edition – November 2019,  yang di halaman 36 menyebut: “Most strong CSOs are based in Java, although some CSOs in other regions—including the Eastern Indonesia Knowledge Exchange Foundation (BaKTI) in Makassar, South Sulawesi, and the Women of Sumatera Mampu (PERMAMPU), a consortium of eight women’s organizations in Sumatra—have strong organizational capacities.”

b. Sumberdaya Manusia yang Handal

PESADA adalah lembaga yang sejak awal mempunyai pedoman perilaku, yang selain untuk menjaga transparansi dan akuntabilitasnya; juga sebagai organisasi feminis yang mengimplementasikan persaudarian/ ‘sisterhood’ dalam relasi setara dan tetap menghargai otonomi organisasi anggota. Upaya organisasi dalam memastikan kaderisasi, regenerasi, proses transfer pengetahuan berjalan sesuai rencana. Perkembangan signifikan dalam SDM terlihat dari proses kaderisasi yang tidak hanya di lingkup organisasi tetapi hingga lingkungan lebih luas, yaitu gerakan perempuan di akar rumput.

 c. Struktur Organisasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Performa PESADA sampai tahun 2020 berdasarkan Outcome yang disusun tahun 2017 adalah sbb.:

 OUTCOME 1: Meningkatnya Pemenuhan Hak Ekonomi dan HKSR Perempuan.

  • 216 unit CU/Koperasi di 10 kabupaten/Kota
  • 13.924 anggota CU/Kopwan, Rp. 27.853.771.997,-. Saham Anggota dan Rp. 26.774.911.782,- Pinjaman beredar.
  • 19 unit dan 62 orang anggota PUK/Mikro dengan 8.941.946,- Saham dan Rp. 74.143.791,- Pinjaman.
  • 304 kader perempuan di lapang yang mendukung dan menyebarluaskan pikiran dan prinsip PESADA.
  • Perempuan mengakses layanan kesehatan (IVA Test, Layanan KB, Papsmear, dll)
  • Minimal 150 kasus/tahun pendampingan perempuan korban kekerasan.
  • Pesada/WCC Sinceritas dipercaya menjadi lembaga dalam rujukan kasus KTP.
  • 3 OSS&L HKSR Perempuan di Puskesmas
  • 150 perempuan muda dari anggota Forum Perempuan Muda yang aktif & dilatih di Kab. Pakpak Bharat, Langkat dan Nias

OUTCOME 2: Menguatnya Pengorganisasian Perempuan Akar Rumput dan Jaringan Gerakan Perempuan.

  • 8.898 anggota Suara Perempuan Untuk Keadilan (SPUK).
  • 85 Surat Keterangan Terdaftar Desa untuk CU.
  • Meningkatnya partisipasi SPUK dalam Musrembang Desa dan Kabupaten.
  • Pendidikan kritis tentang Hak Perempuan, Kekerasan terhadap perempuan & perkawinan anak, HKSR dan Pencegahan Covid-19.
  • Kampanye Hak-Hak Perempuan, pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Stop Perkawinan Anak pada Hari Perempuan nternasional, Hari Perempuan Pedesaan, dan 16 Hari Aktivisme Anti Kekerasa Terhadap Perempuan.

Outcome 3: Meningkatnya Kepemimpinan Perempuan di Jabatan Publik dan Pengambilan Keputusan.

  • Pembentukan dan penguatan Feminis Birokrat (Femokrat)
  • Pembentukan dan penguatan Forum Multistakholder/FMS (tokoh agama, tokoh adat dan pemerintah local).
  • Advokasi tokoh adat dan agama
  • Pendidikan politik Pilkada 2020
  • Terdapat 5215 perempuan potensial, 343 perempuan potensial di arena publik atau politik pemantau Pemilu, Pemdes, dll 2019.
  • 3 Kontrak politik dengan Kepala Daerah di Pilkada 2020
  • 4 Perempuan dampingan menjadi anggota DPRD tahun 2019.

Outcome 4 : Terbangunnya Kekuatan Kolektif ORNOP Perempuan Yang Mandiri dan Akuntabel.

  • Terlibat dan aktif dalam jejaring advokasi: Aliansi NGO Dairi (Lokal); PERMAMPU, ASPPUK, JP2K, SAWG (Nasional); ASPBAE, JASS, AWID Forum (Regional).
  • Fundraising: Jasa Konsultansi (training, narasumber/pembicara evaluasi LSM), usaha ‘PESKITA’ (PUSDIPRA, ulos pewarna alami, kopi, souvenir, buku).
  • Peningkatan kapasitas seluruh personil secara periodic (Analisis Gender & Feminisme, Analisis Kekuasaan, Penguatan Ekonomi, Pendidikan Politik, Assertiveness, dll.).
  • Perencanaan Strategis periodic, 2020 dengan pendekatan Theory of Change (ToC)

PRODUK PENGETAHUAN PESADA

PESADA bekerjasama dengan Konsorsium PERMAMPU melakukan beberapa penelitian berperspektif perempuan, antara lain:

Penelitian Kehamilan Tidak DIinginkan (2014).

Penelitian Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Penelitian menemukan bahwa penyebab KTD adalah kegagalan kontrasepsi, kemiskinan, pernikahan usia anak/dini dan pengaruh negatif dari media. Kehamilan Tidak Diinginkan ini ternyata dialami oleh perempuan baik di desa, kota bahkan perempuan usia muda.

Penelitian Permasalahan Gizi Perempuan & Perempuan Muda di Sumatera Utara (2017).

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman perempuan & perempuan muda tentang masalah gizi, issu gender berpengaruh, program gizi dan stunting, menganalisis hubungan perkawinan dengan anemia dan stunting, serta memperoleh masukan untuk mengatasi masalah gizi perempuan dan stunting. Hasil penelitian menemukan bahwa stunting yang terjadi merefleksikan rendahnya pengetahuan perempuan mengenai gizi serta masih diabaikannya kepentingan perempuan di dalam anggaran dan program pembangunan. Perempuan juga masih tertinggal di dalam memperoleh hak-hak kesehatan reproduksinya, rentan mengalami KTD, dan menjadi korban dari produk iklan yang merugikan kesehatan gizi perempuan. Perempuan masih tetap merupakan pihak yang dirugikan dalam kebijakan pembangunan secara umum sehingga mengalami feminisasi kemiskinan. Penelitian juga menghasilkan 17 studi kasus yang mengambarkan masalah gizi perempuan dan perempuan muda.

Penelitian Jalan Panjang Kepemimpinan Feminist di LSM Perempuan di Sumatera (2018).

Bersama JP2K melakukan survey longitudinal tentang Skema Pengelolaan JKN untuk Kesehatan Reproduksi Perempuan (2016-2018).

PESADA juga menerbitkan produk pengetahuan lainnya:

  • Buku Pegangan Pendidikan Pra Nikah dan Konseling Perkawinan dijadikan bahan rujukan oleh 68 Pendeta dan Penatua di GKPPD.
  • Buku Pegangan Pendidikan Kesehatan Tubuh dan Reproduksi untuk Anak dijadikan acuan dalam melakukan pendidikan seks sejak dini di keluarga.

LAPORAN KEUANGAN

  • PESADA menggunakan software SANGO untuk laporan keuangan, sehingga lebih tepat waktu dan akurat.
  • Laporan keuangan Pesada dinyatakan wajar tanpa pengecualian oleh akuntan publik.
  • Manajemen keuangan Pesada dipercaya sebagai host Permampu.
  • Pemisahan pencatatan pembukuan Pesada lebih terperinci 2019-2020.
  • Pesada diakui sebagai lembaga pemantau Pemilu 2019 dan Pilkada 2020.
  • Semakin banyak perempuan yang bisa mengakses layanan PESADA (lokasi program PESADA meluas hingga ke Kab.Singkil-14 kabupaten-2 propinsi).
  • Aset bertambah (kantor Medan sudah milik sendiri) 2018.
  • PUSDIPRA berkembang (kelengkapan fasilitas dan kantor PESADA).
  • Kemampuan menggali dana internal semakin meningkat.
  • Berhasil memperoleh dukungan lembaga dana yaitu untuk penguatan perempuan di seluruh dampingan PESADA.

Pada periode tahun 2020, PESADA telah memperoleh dukungan dana dari Konsorsium PERMAMPU, CU Pesada Perempuan, ASPPUK dan beberapa sumber fundraising.

Serapan anggaran pada tahun 2020 untuk implementasi program kerja sebanyak 68 %, Peskita 8 %, Pengelolaan KM 2,29 % dan operasional 24,90 %.

Kontak :
Dinta Solin – Direktur Eksekutif
(+62 81298238224, solindinta@yahoo.co.id)
 Kantor : Perkumpulan Sada Ahmo (PESADA)
Jl. Empat Lima No 24 E, Sidikalang 22212 Kabupaten Dairi,
Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.
Email: perkumpulansadaahmo@gmail.com; pesada@indosat.net.id   Website: www.pesada.org