Peringatan  16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan “Menolak berbagai bentuk Kekerasan terhadap Perempuan, Kekerasan terhadap Anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang termasuk Perkawinan Anak.

Setiap tahun, seluruh organisasi yang peduli dengan persoalan perempuan dan anak  melaksanakan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau yang biasa disebut dengan 16 Hari Aktivisme. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 25 November-10 Desember.  Dimana dalam 16 hari peringatan tersebut ada beberapa hari besar  yang  berkaitan  dengan persoalan perempuan dan anak, diantaranya Hari AIDS  Sedunia (1 Desember), Hari Penyandang Disabilitas (3 Desember), Hari Anti Korupsi (9 Desember) dan Hari Hak Azasi Manusia (10 Desember).

Ditahun 2022 ini, Organisasi Masyarakat Sipil yang terdiri dari CDRM & CDS, PESADA ,  PKPA  Nias bersama  dengan Dinas  Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinas P5A) Kota Gunungsitoli melaksanakan kegiatan bersama di 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, yakni “Sosialisasi Kebijakan Perlindungan Perempuan dan Anak sebagai upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP), Kekerasan terhadap anak (KTA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)”. Kegiatan ini terlaksana di tanggal 8-9 Desember 2022 bertempat di Aula kantor Walikota Gunungsitoli. Di hari pertama peserta yang hadir berasal dari perwakilan organisasi mahasiswa, Persatuan Isteri Tentara (Persit), Dharma Wanita, Kejaksaan, organisasai  keagamaan, dan Ikatan Pengusaha Muslim (Ipemi). Di hari ke-2 dihadiri perwakilan kepala desa, PKK perwakilan organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat. Yang menjadi narasumber di kegiatan ini PKPA dan PESADA yang membahas tentang Kekerasan terhadap Perempuan (KTP), Kekerasan terhadap Anak (KTA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Peningkatan kualitas hidup perempuan dan peran Perempuan dalam pembangunan. Kegiatan ini direpon antusias oleh peserta dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Dalam kegiatan ini, peserta menyerukan dukungan untuk menolak semua bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan, anak, tindak pidana perdagangan orang termasuk perkawinan anak. Di akhir kegiatan, setiap peserta membubuhkan tandatangan di spanduk Deklarasi sebagai bentuk dukungan untuk menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, anak termasuk perkawinan anak.

Semoga dengan Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan ini, setiap peserta yang hadir menjadi “Pelapor dan Pelopor” untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak termasuk kekerasan seksual.(BP)

Penyadaran Gender Kepada Suami Anggota Credit Union/CU

Perkumpulan Sada Ahmo (PESADA), telah melaksanakan Penyadaran Gender kepada suami anggota Credit Union (CU) di Wilayah Medan & Langkat. Kegiatan ini dilaksanakan di 2 desa. Kegiatan pada tanggal 28 November 2022 dilaksanakan di Desa Tebing Tanjung Selamat, dengan jumlah peserta 20 orang. Selanjutnya pada tanggal 29 November 2022 dilaksanakan di desa Mekar Sawit dengan jumlah Peserta 18 orang. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh para suami anggota CU tetapi turut hadir dari perwakilan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Badan Perwakilan Desa, Perangkat Desa setempat.

Sebagai bentuk dukungan dari desa untuk kegiatan ini, acara dibuka oleh Kepala Desa setempat. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor Balai Desa. Adapun tujuan yang dicapai dari kegiatan penyadaran gender kepada suami anggota CU ini adalah:

1) Peserta mengenal PESADA sebagai lembaga penguatan perempuan, anak dan kelompok marginal lainnya,

2) Peserta menjadi laki-laki baru untuk membangun gerakan keluarga pembaharu,

3) Dapat memahami pengertian seks dan gender serta kodrat bagi perempuan dan laki-laki serta mengenal bentuk-bentuk ketidakadilan gender.

Dalam kegiatan ini, setiap peserta semangat dan aktif dalam berdiskusi dan berbagi pengalaman berbagi peran dalam rumah tangga untuk mewujudkan kesetaraan gender. Harapannya melalui kegiatan ini para peserta dapat menginplementasikan dalam rumah tangga masing-masing dan kehidupan bermasyarakat.(RB)

 

Pemberdayaan Masyarakat Mengenai Kekerasan Berbasis GenderDan Hak Perempuan Minoritas & Rentan

Kegiatan ini terlaksana di Desa Maholida Kec. Sitellu Tali Urang Julu Kab. Pakpak Bharat pada tanggal 18 November 2022 & di Desa Jontor Kec. Penanggalan Kota Subulussalam Prov. Aceh pada tanggal 6 Desember 2022.

Peserta di desa Maholida berjumlah 21 orang terdiri dari perwakilan: Tokoh Masyarakat 1 laki-laki, Tokoh Perempuan 1, Kepala Desa (laki-laki), Perangkat Desa 5 orang (pr 2 & lk-lk 3), Anggota CU 10 perempuan dan PESADA 3 perempuan.

Peserta di desa Jontor berjumlah 18 orang terdiri dari perwakilan: Tokoh Masyarakat 1 laki-laki, perangkat desa 2 laki-laki, kepala desa 1 laki-laki, anggota CU 12 perempuan, Staf Kesadanta 1 perempuan & PESADA 1 perempuan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kepala Desa Maholida & desa Jontor dan dibuka oleh Bapak Iswandi Berutu (Kepala Desa Maholida) dan Bapak Edison Berutu (Kepala Desa Jontor) Tim fasilitator dari PESADA (Dinta Solin, Sartika Sianipar & Juliana Berutu). Sesuai dengan mandat program PESADA sampai tahun 2030, salah satu perubahan yang diinginkan PESADA adalah keterlibatan kelompok minoritas. Dalam tujuan ke-4 PESADA disebutkan “Keterwakilan dan kepemimpinan perempuan termasuk kelompok minoritas dijamin dan mendapat pengakuan dari Pemerintah, Lembaga Adat/Agama”. Dan disebutkan dalam teori PESADA, bahwa Minoritas dan rentan dimaknai sebagai para perempuan penyandang disabilitas, Lansia, Perempuan Muda, dan perempuan dari aliran agama tertentu rentan mengalami kekerasan.
Adapun tujuan kegiatan ini adalah:
• Peserta mengetahui kekerasan berbasis gender dan undang-undang yang melindungi perempuan
• Peserta mengetahui pengertian kelompok minoritas dan rentan serta mengenali masalah yang dihadapi minoritas maupun kelompok rentan.
• Melibatkan kelompok minoritas & rentan dalam pembagunan desa
• Menambah wawasan peserta mengenai UU yang melindungi Perempuan dan anak.
Di dalam kegiatan ini, peserta menyampaikan hal-hal yang dipahami dan masalah yang sering dihadapi kelompok minoritas & rentan. Kemudian PESADA menyampaikan hasil FGD mengenai kelompok minoritas & rentan di Kab. Pakpak Bharat. (SS)

Perayaan Ulang Tahun ke 32 PESADA

Setiap bulan Oktober, Perkumpulan Sada Ahmo (PESADA) merayakan ulang tahun. Perayaan dilaksanakan melalui Hybrid Zoom, pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2022. Dengan tema: “PESADA Komit dan Eksis Untuk Kekuatan Ekonomi Politik Perempuan Akar Rumput Yang Berkelanjutan dan Berpengaruh”. Peserta yang hadir  90 orang ( 79 perempuan, 11 laki-laki), perwakilan dari oranganisasi dampingan PESADA (SPUK, FMS, FPM, CUB) 26 orang (12 perempuan, 2 laki-laki), Penyintas 2 perempuan, Perempuan Potensial 3 orang, Perwakilan Pemerintah Desa 1 laki-laki-laki-laki, Perwakilan Dinas P3A 4 perempuan, Anggota Perkumpulan 6 orang ( 4 perempuan, 2 laki-laki), Dewan Pengurus & Pengawas PESADA 4 orang (2 perempuan, 2 laki-laki), Jaringan PESADA 12 orang ( Anggota PERMAMPU, PETRASA, YDPK, FAMM, BITRA, SAWG, Aktifis Perempuan, CDRM), Personil CU KESADANTA 17 orang (15 perempuan, 2 laki-laki), Personil PESADA 17 orang (15 perempuan, 2 laki-laki).

Perayaan 32 tahun PESADA, diadakan bersamaan dengan perayaan Hari Perempuan Pedesaan, Hari Pangan Sedunia serta Hari Anti Pemiskinan. PESADA menggunakan kesempataan ini untuk berefleksi, mengucap syukur dan menguatkan komitmen dalam melakukan penguatan gerakan perempuan akar rumput. PESADA konsisten melakukan pengoranganisasian perempuan akar rumput, penguatan ekonomi perempuan, pendampingan perempuan korban kekerasan dan advokasi kebijakan untuk pemenuhan hak-hak perempuan.

Advokasi pendampingan perempuan korban kekerasan hingga saat ini masih menghadapi tantangan dengan minimnya anggaran, perspektif penegak hukum yang tidak berpihak kepada perempuan dan kecendrungan mendiamkan kasus kekerasan terhadap perempuan bahkan memilih untuk berdamai.  Selain ini, masih ditemukan minimnya pemahaman perempuan mengenai hak kesehatan seksual dan repoduksi.

Kondisi politik di Indonesia tidak ramah pada perempuan, masih mengandalkan politik uang, ikatan perimordialisme dan dikuasai sekelompok orang yang ingin mengamankan kekuasaannya.

Untuk mengawali refleksi PESADA, sebagai pengantar Frans Toegimin (Anggota Perkumpulan) menyampaikan kilas balik 32 tahun PESADA.

PESADA melakukan refleksi  keberadaan PESADA sebagai oranganisasi penguatan perempuan di tengah pemulihan ekonomi dunia pasca Covid-19, pengakuan dan dukungan pemerintah terhadap keberadaan NGO dan  kesiapan menghadapi Pemilu 2024. Diskusi Refleksi 32 tahun PESADA dengan melihat perubahan yang terjadi secara individu, komunitas dan lembaga, tantangan yang dihadapi, yang perlu dibenahi dan yang akan dikerjakan menjelang PEMILU tahun 2024.

Diharapkan Refleksi 32 tahun PESADA, personil bersama oranganisasi dampingan PESADA, semakin menguatkan komitmen untuk memperjuangkan pemenuhan hak-hak perempuan akar rumput, mengaktualisasikan visi, misi PESADA dalam menghadapi tahun 2023/2024, Pemilu dan ancaman krisis ekonomi serta memperoleh masukan serta rekomendasi PESADA untuk perbaikan manajemen dan program ke depan. (DS)

Peringatan Hari Kesehatan Seksual Perempuan Konsorsium PERMAMPU “Pendidikan Sex dalam Keluarga menuju Keluarga Pembaharu.”

Setiap tahun di tanggal 4 September diperingati sebagai Hari Hak Kesehatan Seksual & Reproduksi. Untuk tahun 2022, Konsorsium PERMAMPU merayakannya pada hari Kamis, tanggal 8 September 2022, melalui aplikasi ZOOM.

Meski UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS no 12 tahun 2022) telah disahkan, kita percaya bahwa Pendidikan Sexual yang Komprehensif sebagaimana hasil analisis kita sejak memulai Konsorsium sangatlah mendesak. Untuk itu PERMAMPU telah menerbitkan Buku Pegangan Bagi Orang Tua “Pendidikan Ketubuhan dan Kesehatan Reproduksi” di akhir tahun 2019 dan mengembangkan Keluarga Peduli HKSR. . Seiring waktu, Permampu semakin melihat betapa Keluarga adalah fondasi bila ingin mengadakan perubahan, khususnya dalam konteks ini, menurun bahkan terhapusnya kekerasan seksual terhadap perempuan. Keluarga perlu diperbaharui pola pikir dan pola relasi di antara seluruh anggota keluarga, saling menghargai, menghormati, penuh empati. Dengan demikian Keluarga Pembaharu dengan berbagai bentuk keluarga tetapi bersatu sebagai unit terkecil dalam masyarakat sebagai pelaku perubahan menuju masyarakat yang adil gender. Untuk itu, Permampu akan merayakannya dengan mendengarkan dan mempelajari 8 pengalaman dari 8 keluarga yang berasal dari 8 provinsi dampingan anggota Konsorsium.

Perayaan dihadiri oleh seluruh perwakilan dampingan Konsorsium PERMAMPU: FKPAR, Keluarga Peduli HKSR, Credit Union/Koperasi, FPM, dan jaringan masing-masing dengan perhitungan sekitar 10/lembaga.

Permampu : Perempuan Sehat dan Resilien Jalani 2022

Penulis Desi D – 7 Maret 2022

Medan – Perempuan akar rumput Pulau Sumatera sehat dan resilien menjalani 2022. Hal ini dtegaskan dalam siaran pers Konsorsium Perempuan Sumatera Mampu (Permampu) usai menggelar hybrid meeting pada 5 Maret 2022 lalu. Diskusi sharing ini juga dihadiri oleh Forum Perempuan Akar Rumput, Forum Perempuan Muda, yang dilakukan untuk peringatan Hari Perempuan Internasional /International Women’s Day (IWD) 2022.

Pada pertemuan ini Permampu menekankan perhatian pada aspek yang selama ini luput dari perhatian, yakni aspek kesehatan mental, perasaan dan pikiran perempuan dalam menjalani masa pandemi agar tetap sehat dan resilien menghadapi berbagai situasi yang tidak pasti menjalani 2022.

Perasaan cemas, sedih, syok, dan keterpurukan akibat terinfeksi Covid-19 bahkan kehilangan anggota keluarga; merasa tidak berdaya karena hilangnya pekerjaan atau berkurangnya pendapatan, rencana tertunda, cara belajar anak-anak yang tidak efektf, sulit mendapatkan vaksin, dan lain sebagainya. Bahwa perempuan sangat rentan mengalami beban ganda dan KDRT dan rasa tertekan dengan pikiran kusut, misalnya meski harus isolasi mandiri, namun harus tetap menjalankan tugas domestik seperti pengasuhan anak, antri karena naiknya bahan pangan tugas ataupun karena mengurus lansia dan keluarga dengan gangguan jiwa yang kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Menghadapi tantangan tersebut, berbagai strategi untuk adaptasi dan bertahan telah dilakukan oleh perempuan akar rumput, antara lain meningkatkan kepekaan dan perawatan kesehatan tubuh secara alami, meminum vitamin dan obat tradisional, semakin disiplin menjalankan protokol kesehatan, merawat yang sakit di rumah dengan memanfaatkan telemedicine, menjaga motivasi dan semangat harus sehat, membangun solidaritas saling bantu sesama anggota CU/FKPAR dan membantu orang lain, belajar hal-hal baru, termasuk memanfaatkan internet untuk pemasaran produk dan berkomunikasi (zoom). Selain itu, perempuan akar rumput pun semakin menyadari pentingnya kesehatan jiwa dan pikiran yang terjaga dalam masa pandemic maupun situasi yang tidak pasti seperti dampak ikutan dari masalah global yang terjadi.

Di akhir acara peserta perayaan Hari Perempuan Internasional (IWD 2022) menyadari betapa berbagai permasalahan sepanjang 2021 dan strategi perempuan mengatasinya menunjukkan resiliensi yang datang baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar (eksternal). Bahwa pengetahuan dan keterampilan perempuan di masa sulit dan penuh tantangan, maupun tubuh sehat di masa pandemic misalnya tidaklah cukup .Tetapi memberi perhatian yang sama dan seimbang kepada kesehatan jiwa dan pikiran, dan mempunyai empati. Kemampuan merespons masalah, berbagai kesulitan bahkan trauma; merupakan factor pelindung diri dari berbagai hal penuh risiko yang dihadapi perempuan, khususnya perempuan miskin, perempuan pedesaan dan perempuan muda seperti yang disampaikan oleh para peserta acara ini.

Oleh karenanya, Konsorsium PERMAMPU menghimbau semua perempuan untuk tetap bersama-sama membangun kekuatan bersama agar mampu melindungi diri dari berbagai tekanan, kesulitan, hal-hal penuh risiko dengan membangun kekuatan dari dalam diri dan membangun empati. (jp/rel)

sumber berita : https://fjpindonesia.com/permampu-perempuan-sehat-dan-resilien-jalani-2022/

PESADA Audiensi ke Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan

Persoalan besar dalam menghadapi pandemic Covid-19 ini muncul dari perempuan petani Kabupaten Humbang Hasundutan yang menyampaikan dan mengeluh betapa merosotnyya harga produk pertanian mereka.  Hasil panen tidak sesuai dengan modal dan biaya  operasional yang sudah dikeluarkan bahkan product tani yang tidak terjual jadi terbuang dan tidak bermanfaat.

Persoalan selanjutnya yaitu  usaha ternak babi yang sudah musnah dimana ternak babi juga sangat membantu pendapatan keluarga karena ternak babi merupakan usaha yang dikuasai perempuan, lancar dan cepat berputar. Ternak babi juga sangat dibutuhkan  pada pesta adat Batak sehingga tinggi permintaan terhadap ternak ini dan makanannya sangat mudah didapat dan tidak membutuhkan biaya yang tinggi, sehingga hasil ternak bisa menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,pendidikan anak dan kebutuhan lainnya.

Mengetahui persoalan tersebut PESADA dan dampingan beraudiensi ke Dinas Pertanian Humbang Hasundutan, dan audiensi ini di sambut oleh Ibu Ida Manullang sebagai Sekretaris Dinas Pertanian pada hari Jumat, 19 Maret 2021.  Ibu Ida Manullang juga menyampaikan pengalamannya selama mendampingi  petani di Humbang Hasundutan yaitu kurangnya kesadaran petani untuk meningkatkan produksi pertaniannya. Juga menyampaikan bahwa Kabupaten Humbang Hasundutan adalah salah satu wilayah program nasional lumbung pangan/food estate dan program ini sudah terlaksana dan sedang proses di Kabupaten Humbang Hasundutan.Ibu Manullang sebagai Sekretaris Dinas Pertanian menyampaikan kalau  Dinas Pertanian  akan bekerja keras lagi untuk mendampingi  petani. Saat ini, pengelolaan food estate diserahkan kepada kelompok tani berdasarkan hamparan lahan di lokasi food estate.

Adapun informasi dari audiensi tersebut adalah :

  1. Pentingnya perempuan masuk ke Kelompok Wanita Tani (KWT) yang sudah ada desa, untuk memastikan akses perempuan akan program Pemerintah terkait pertanian.
  2. Pentingnya peningkatan kapasitas pengelolaan produk pertanian  (petani bawang merah, putih, jagung dan kentang)
  3. Kabupaten Humbang Hasundutan focus dengan program nasional yaitu lokasi Food Estate dan bisa menjadi  agro wisata.
  4. Pengadaan alat pertanian yang maksimal buat petani di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Terkait merosotnya harga product pertanian, Ibu  Ida Manullang sebagai Sekretaris menyampaikan kalau tindakan yang sudah dilakukan untuk penanganan persoalan tersebut adalah Pemerintah sudah memberikan subsidi untuk harga product(kasus;harga cabe anjlok) di mana Pemerintah Humbang Hasundutan menanggulangi kerugian dengan menampung cabe dengan harga 2 kali dari harga pasar.

Untuk persoalan ke 2  Ibu Ida Manullang sebagai Sekretaris memberikan jawaban kalau usaha ternak babi belum bisa digalakkan kembali sebelum virus cholera berakhir dan kabupaten Humbang Hasundutan bersih dari virus tersebut.

Mendengar jawaban tersebut PESADA dan dampingan akan mempelajari lebih dalam seperti apakah pengelolaan food estate yang ada di Humbang Hasundutan yang berpihak kepada Petani Perempuan dan masyarakat miskin, hak milik tanah, daerah agro wisata, dan pembelajaran lain terkait  food estate.