FGD Lansia dilaksanakan tanggal 08 Mei 2026, dengan jumlah narasumber 10 orang perempuan (lansia). pada kegiatan ini narasumber menyampaikan bahwa mereka mayoritas tinggal dengan anak dan menantu, 1 orang juga yang tinggal dengan saudara iparnya karena belum menikah. Alasan lebih senang tinggal dengan anak dan menantu., karena narasumber tidak mau merepotkan anak perempuannya karena pengalaman narasumber bahwa anak perempuannya juga sudah sibuk dengan keluarga dan mertuanya. Narasumber di desa Sihare’o III sangat dihormati dan diharga, contohnya sering dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Narasumber yang berperan sebagai “Pendoa” bagi anak dan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesejaterahan emosional dan spritual keluarga. aktivitas sehari hari narasumber meliputi menjaga cucu di rumah serta membantu dalm pekerjaan rumah tangga seperti menyapu dan membersihkan. dalm pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD),peserta menunjukkan partisipasi yang tinggi dan responsif terhadap pertanyaan – pertanyaan yang diajukanoleh fasilitator. Pada pertemuan pertama, diskusi lebih difokuskan pada topik lingkungan dan aktivitas sehari hari, yang membantu menciptakan pemahaman bersama tentang rutinitas dan nilai nilai yang dipegang oleh keluarga. Peran narasumber sebagai pendoa tidak hanya mendukung secaraa fisik tetapi juga memberikan dukungan emosional dan spritual yang penting bagi keharmonisan keluarga.
FGD untuk Pra lansia (Narasumber) terlaksana pada tanggal 09 Mei 2026. Diawali dengan perkenalan dan menyanyikan lagu daerah,kemudian dilanjutkan dengan metode tanya jawab dan berbagai cerita. Sebagian Narasumber tinggal dan merawat lansia dan disabilitas. Narasumber menyampaikan bahwa ada suka duka dalam mengurus lansia sehingga merek ajuga khawatir bagaimana kelak ketika mereka sudah menjadi lansia dan berharap mereka bisa bahagia ketika sudah di fase lansia tersebut. Narasumber menyadari bahwa lansia harus dihargai dan dihormati, harus dilindungi.
Narasumber menyadari bahwa lansia harus dihagai dan dihormati, harus dilindungi. sedangkan pertemuan lanjutan dilaksanakan tanggal 04 juni 2026 narasumber yang hadir 10 orang. dari diskusi tersebut, narasumer memberikan informasi tentang kesehatan dan perawatan diri. ada 6 orang masih mengalami menstruasi ada 4 orang yang sudah monopouse. Pada saat perimenopause narasumber menjelaskan yang dirasakan seperti nyeri dibagian punggung, merasa lemas dan mudah lelah. Aturan adat, dan dukungan sosial dilingkungan narasumber bahwa lansia sangat dihormati dan dihargai sebagai pendoa dan menjadi penasihat di adat. Bicara terkait dengan kesehtaan reproduksi dan seksualitas. narasumber mengeluhkan adanya keputihan hingga gatal diarea vagina dan selangkangan dan fasilitator menghimbau supaya peserta melakukan pemerikasaan lanjutan.
Pemakaian teknologi informasi ada sebagian peserta menggunakn HP android yang biasanya mengakses aplikasi WhatsApp, Facebook dan TikTok. Ada juga yang tidak dapat menggunakan HP dan biasanyha mendapatkan informasi dari anak anaknya. Harapan narasumber, lansia bahagia, senang dan tetap sehat hingga masa tuanya.
FGD lanjutan untuk Assesmen lansia terlaksana tanggal 03 juni 2026. dihadiri oleh 11 perempuan. pada saat diskusi, narasumber bercerita mengenal penyakit yang dialami dan pengobatan yang dilakukan serta periksa rutin. Beberapa narasumber tidak dapat mengakses layanan kesehatan contohnys ke puskesmas karena jarak yang ditempuh dari rumah cukup jauh dan tidak ada yang mendampingi.
Biasanya mereka mengakses layanan posyandu dan mendapatkan obat obatan generic melalui posyandu lansia yang ada di Desa. Membahas tentang kesehatan seksual dan reproduksi dianggap masih tabu dan tidak wajar dibicarakan oleh narasumber. peseta masih menganggap hal biasa segala bentuk KDRT yang dialami oleh perempuan karena katanya taat terhadap firman Tuhan. dengan adanya pertemuan ini, membangun kesadaran kritis dan pemahaman bersama bahwa KDRT dalam bentuk apapun harus dilaporkan.
Asessmen Kebutuhan Lansia
