DISKUSI PEMULIHAN TANAH MELALUI PERTANIAN ORGANIK PASKA BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI UNIT MUAL NATIO DESA ALOBAN, KABUPATE

Desa Aloban merupakan salah satu desa yang terkena dampak berat bencana banjir bandang
dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah. Walapun Desa Aloban dikatakan hanya menerima
banjir dan longsor kiriman dari 2 desa tentangga mereka, yaitu Desa Bair dan Desa Mela
Dolok yang berada diatas desa mereka, nampun dampaknya sangat mematikan. Korban jiwa,
kerusakan parah rumah rumah penduduk serta ladang dan sawah yang terkikis habis. Struktur
tanah Perkebunan atau pun persawahan mereka berubah total. Hal itu ditunjukkan dengan
matinya tanaman tanaman di sekitar lahan banjir. Sementara tanha longsor belum bisa
ditanami termasuk sawah yang masih belum ditangani. Tentu saja hal ini berimbas pada
perekonomian Masyarakat Desa Aloban, Dimana hasil panen dan hasil kebun mereka
merosot tajam.
Merspon hal tersebut, PESADA mengambillangkah melakukan kegiatan Diskusi Pertanian
Organik dan Pemulihan Tanah Pertanian di Desa Aloban, melalui salah satu kelompok
dampingannya Unit Mual Natio yang dilaksanakan pada hari selasa, 18 Agustus 2026 lalu.
Bekerja sama dengan Elsaka, menghadirkan Narasumber Taufik Germatsyah, yang memiliki
keahlian di bidang pertanian organik dan juga memiliki dampingan di Tapanuli Tengah.
Diskusi berjalan sangat cair dan aktif, Dimana para anggota unit Mual Natio begitu antusias
mengikuti dan mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh narasumber. Bahkan,
anggota pun mengajukan pertanyaan pertanyaan mengenai struktur tanah mereka yang
terdampak sangat buruk bagi pertanian dan Perkebunan mereka. Ibu Ernawati Hutabarat,
mengungkapan keheranannya dengan mempertanyaan tentang Zat apa yang dibawa oleh
tanah sehingga semua tanaman mereka tidak tumbuh. Berapa lama agar tanah mereka bisa
ditanami kembali. Narasumber menjelaskan bahwa banjir dan tanah longsor telah membuat
kondisi tanah menjadi sangat asam, sehingga perlu diperbaharui agar Tingkat kesamaan tanah
kembali ke normal. Hal tersebut dimulai dengan mengembalikan unsur hara tanah melalui
pertanian organic.
Tentu saja diskusi ini tidak bisa berakhir disini. Anggota Mual Natio masih membutuhkan
Upaya Upaya untuk pemulihan tanah pertanian mereka. Anggota kelompok Mual Natio
meminta adanya praktek langsung pembuatan pupuk organic padat dan cair serta cara
melakukan praktek praktek pemulihan tanah pertanian mereka sebagai rencana tindak lanjut
kedepannya. Sampai jumpa pada pertemuan selanjutnya.