Newsletter subscribe

Uncategorized

Memperingati Hari Keluarga Nasional, PESADA Bincang Keluarga Gaharu & Nonton Bersama Kelompok Dampingan

Posted: June 1, 2023 at 11:15 am   /   by   /   comments (0)

 

Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional, PESADA melaksanakannya  tanggal  28 Juni 2023. Perayaan ini dilaksanakan bersama anggota keluarga Gaharu yang merupakan dampingan PESADA. Di rangkaian kegiatan ini, peserta menonton film Romy’s Salon yang didukung oleh Eye film Institute dan kedutaan besar Belanda di Indonesia melalui Ashoka” .  Kegiatan ini serentak dilakukan di 3 wilayah kerja PESADA yaitu Kab. Dairi, Pakpak Bharat & Humbang Hasundutan.

Jumlah  peserta keseluruhan 65 orang  (pr 52 & lk-lk 13) terdiri dari lansia 5 orang, anak-anak 7 orang, disabilitas-fisik  3 orang. Tujuan kegiatan ini adalah:

  1. Menguatnya kekuatan diri keluarga melalui terjalinnya komunikasi yang baik antar anggota keluarga.
  2. Terjadi gerakan perubahan nilai dalam keluarga menuju perubahan relasi gender yang setara.
  3. Semakin tumbuh sikap empati sesama anggota keluarga (intergenerasi) dan mampu melihat serta mengatasi persoalan dalam keluarga melalui menonton filmSemua peserta  aktif mengikuti dan memberikan pendapat dalam kegiatan ini.
  4. Peserta menyampaikan kekuatan yang dimiliki, arti keluarga dan paham gambaran keluarga secara realita yang beragam.
  5. Peserta menyampaikan  nilai-nilai yang akan  diterapkan dalam keluarga  dan memberikan tanggapan dan pembelajaran melalui film tersebut.

 

Point penting dari film tersebut :

  • Hubungan anggota keluarga (intergenerasi) yang dekat, saling menyayangi, percaya dan tidak terpisahkan serta berusahan saling membahagiakan.
  • Kisah anak dari korban KDRT yang mandiri, cerdas, rajin, mampu menjalani perjalanan hidup dengan bahagia bersama neneknya walaupun orang tua sibuk bekerja.
  • Ibu dan bapak Romi berpisah, ibu sibuk bekerja, Romi dititip ke neneknya sedangkan bapaknya menikah lagi.
  • Hebatnya, walaupun ibu dan bapaknya berpisah mereka meluangkan waktu untuk menemani Romy bermain, menonton, dll. Bahkan diwaktu Romi pergi membawa neneknya ke kampung halamannya, ibu/bapaknya bisa bersatu mencari dan menjemput kembali Romi.
  • Seorang nenek mengalami Alzheimer  yaitu penyakit yang akan menyebabkan demensia yang membuat seseorang mengalami penurunan kemampuan untuk berpikir, berperilaku, dan bersosialisasi dalam masyarakat.
  • Meskipun ibu dan bapak Romi bercerai, Romi tetap bisa berjumpa dan berkomunikasi dengan bapaknya.

Pembelajaran yang diperoleh :

  • Pengetahuan baru untuk menghadapi lansia yang mengalami Alzheimer; cara merawat dan berkomunikasi.
  • Kisah Romi dan neneknya sering terjadi dilingkungan kita, contohnya sering membatasi yang sudah lansia supaya tidak bekerja (prinsip anak – anaknya supaya lansia menikmati masa tuanya), kita merasa sayang, peduli dengan cara menghentikan semua aktifitasnya.
  • Tetapi berbeda seperti yang dirasakan lansia, lansia ingin tetap beraktivitas (mandi sendiri, jalan – jalan santai, pergi beribadah,dll).
  • Memberikan waktu untuk berkomunikasi dan mendengar lansia.
  • Mengatasi penyakit alzheimer dengan mengingatkan yang dilakukan sebelum dan akan dilakukan & tidak boleh menyalahkan.
  • Meminta lansia menceritakan masa lalu bisa membatu daya ingat dan kesenangan lansia.
  • Mengajak anak berdiskusi dan mendengar pendapatnya.Mengajarkan empati kepada sesama.
  • Apabila sudah terjadi perubahan perilaku dan kemampuan berfikir yang menurun pada lansia, langkah pertama  tidak harus ke klinik kesehatan tetapi diawali komunikasi, mau mendengar keluhan/cerita dan berempati.

Melalui kegiatan ini,  peserta berharap mampu melakukan perubahan yang berdampak positif dimulai dari  diri sendiri, keluarga , dan lingkungan sekitar.(SES,SS,JS)