Newsletter subscribe

Artikel, Berita, Suara Perempuan

WCC Pesada Sebut Angka Kekerasan Terhadap Perempuan Memburuk

Posted: January 30, 2018 at 8:54 am   /   by   /   comments (0)
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Angka Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) menunjukkan perkembangan yang memburuk. Penanggung Jawab WCC Sinceritas‑PESADADina Lumbantobing dalam keterangan persnya yang diterima Tribun-Medan.com, Senin (29/1/2018) mengatakan, jumlah kasus yang ditangani dan didampingi secara hukum di 2007 berjumlah 79 kasus, dimana angka tertinggi adalah KDRT dan Kekerasan Seksual.
Angka traficking paling tinggi lebih karena kerjasama pemulangan kembali para korban (buruh migram perempuan) dengan IOM. Pada saat yang sama, klipping koran menunjukkan angka fantastis yang menyedihkan, yakni tercatat 125 kasus kekerasan seksual, 90 orang di antaranya adalah anak perempuan (di bawah 18 tahun).
Dina mengatakan, setelah sepuluh tahun berlalu atau tepatnya di akhi tahun 2017, jumlah kasus yang melonjak dari 136 kasus di tahun 2016 menjadi 162 kasus, dengan pola yang sama atau lebih dua kali lipat dari data 2007. Berdasarkan jenis kasus, pola prosentase tertinggi tetap KDRT dengan 89 kasus (56%), publik 36 kasus (22,1%), dan Kekerasan Terhadapa Anak Perempuan sebanyak 35 kasus (21,9%).
Dari 42 kasus kejahatan seksual, empat diantaranya adalah anak perempuan penyandang disabilitas, yang bukan hanya mengalami perkosaan, tapi hingga melahirkan. Sejajar dengan data di atas, klipping koran 2017 juga menunjukkan pola yang sama dengan 2007, dari 205 kasus KTP; 92 kasus atau 45% adalah kekerasan seksual terhadap anak perempuan.
Data ini menunjukkan kecenderungan para pelaku kekerasan untuk melakukannya di arena yang masih dianggap privat, terlindung dari pandangan publik dan dilindungi oleh nilai dan norma sosial, yaitu di rumah tangga/lembaga perkawinan. Sementara para korban semakin mengarah ke perempuan yang posisinya tidak pernah dianggap setara atau terpinggirkan yaitu isteri, anak perempuan (usia 18 tahun ke bawah) dan yang paling mengenaskan perempuan penyandang disabilitas, katanya.
Terkait hal tersebut, kata Dina, WCC Sinceritas menilai dibutuhkan keberpihakan konkrit melalui putusan dan ekskusi serta sosialisasi peraturan, serta upaya khusus aparat penegak hukum (APH) dan seluruh institusi masyarakat untuk dapat mengatasi kondisi perempuan yang semakin rentan menjadi korban KDRT, kekerasan seksual, khususnya isteri, anak perempuan dan perempuan diffable.
Di masa Pilkada tingkat Kabupaten dan Propinsi Sumatera Utara 2018 ini, kami meminta semua calon memasukkan agenda Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan semua bentuk kekerasan berbasis gender dalam visi dan missinya. Kami akan terus mengulang seruan sejenis di sekitar tanggal 27 hingga menuju ke 27 Juli, tanggal Pilkada serentak di seluruh Indonesia, sebagai pengingat untuk semua, kata Dina.(*)

Sumber :http://medan.tribunnews.com/2018/01/30/wcc-pesada-sebut-angka-kekerasan-terhadap-perempuan-memburuk

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website