Newsletter subscribe

Artikel, Berita

Kalau kamu mau, kamu pasti bisa. Buanglah alasan-alasan yang membuat kamu lemah.

Posted: June 3, 2014 at 2:47 am   /   by   /   comments (0)

disilalahiAwalnya Ramida tidak lulus uji pembentukan kelompok. Namun tekad kuat berkecimpung dalam pemberdayaan kelompok perempuan, membuat Ramida mampu mengembangkan kelompok para gadis penenun di satu daerah Danau Toba. Dari hanya beberapa orang hingga memiliki 150 anggota. Tanpa latar belakang akademik tentang pengembangan masyarakat dan isu perempuan, ia turun langsung melakukan kegiatan penggalangan kekuatan kelompok di kalangan perempuan untuk penguatan daya ekonomi dan kesadaran nilai diri terkait relasi rumah tangga. Bagi Ramida, persoalan paling menantang pada konteks lokal di wilayahnya adalah memberikan pemahaman pada kaum perempuan akan berbagai aspek kehidupan seperti kesehatan reproduksi.


Kontribusi Ramida Katharina Untuk Masyarakat Pedesaan

Ditulis pada Sabtu, 17-Mei-2014 01:39 0 Komentar. Kategori News

Saat ini sebanyak 80 % masyarakat Medan yang tinggal di daerah pedesaan, tidak terbiasa menanam sayur-mayur. Kurangnya pengetahuan menjadi salah satu faktor, sekaligus memaksa mereka mengalokasikan biaya tambahan untuk membeli sayur-mayur. Dampak lainnya, warga menjadi jarang mengkonsumsi sayur-mayur yang bervariasi, kecuali hanya beberapa jenis saja. Ini terjadi karena pekan di pedesaan hanya berlangsung selama satu kali dalam seminggu. Kondisi ini membuat asupan gizi masyarakat tidak terpenuhi secara maksimal.
Ramida Katharina mengatakan, dari beberapa daerah di Sumatera Utara yang telah diberikan pendampingan seperti di Pulau Nias, Humbang Hasundutan, Dairi, Pakpak Bharat, Langkat, dan Samosir, dengan jumlah pendamping mencapai 12 ribu anggota, ditemukan bahwa 80% petani tidak terbiasa menanam sayur-mayur. Ramida menambahkan, umumnya masyarakat yang tinggal di pedesaan hanya mengkonsumsi beberapa jenis sayuran saja. Seperti daun ubi, kol, dan kangkung. Ini yang membuat para masyarakat hanya makan seadanya saja.
Hal ini lah yang membuat Ramida fokus sejak satu tahun terakhir memberikan pendampingan bagi masyarakat di pedesaan yang cenderung rawan terhadap masalah pangan tersebut. Ramida pun berharap nantinya para masyarakat mengerti dan tergerak untuk menanam sayur-mayur dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya
‘Mereka tidak mengerti, tidak sanggup memenuhi diversifikasi pangan atau memenuhi makanan yang sehat,’ katanya. Sehingga diperlukan pendampingan bagi masyarakat di pedesaan agar dapat merasakan manfaat dari bertanam sayur.

 

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website