Newsletter subscribe

Tulisan

IWD 2019

Posted: March 8, 2019 at 7:50 am   /   by   /   comments (0)


Berawal dari Hak Pilih Perempuan
International Womens Day atau Hari Perempuan Internasional yang dirayakan hari ini 8 Maret, setiap tahun dirayakan dengan berbagai tema di seluruh dunia.
Bukan hanya di kota-kota, tetapi juga di pedesaan denga beragam kegiatan.
Mengapa 8 Maret, dan disebut IWD?

Mengenali sejarahnya secara ringkas akan membawa kita ke kesadaran bahwa perjuangan perempuan untuk persamaan hak dan posisi telah lebih dari 1 abad. Kemajuan telah kita peroleh, tapi masih banyak yang masih harus kita perjuangkan.
Berawal dari tahun 1908 ketika Partai Sosialis Amerika Serikat mengusulkan hari terakhir bulan Februari dijadikan hari demonstrasi untuk persamaan hak politik (hak untuk memilih dalam pemilihan umum) bagi perempuan. Hari Perempuan Amerika ini (28 Februari 1908) mendapat perhatian sangat besar dari kaum feminis dan sosialis seluruh dunia dan mendorong aksi solidaritas yang terorganisasi oleh berbagai kelompok buruh perempuan Amerika Serikat.
Pada Konferensi kedua perempuan sosialis sedunia di kota Kopenhagen tahun 1910, Clara Zetkin, seorang aktifis gerakan perempuan dan tokoh sosialis, mengajukan usul untuk menjadikan 8 Maret sebagai Hari Perempuan International, dengan slogan “hak pilih untuk semua orang”.
Usul Clara Zetkin terwujud pada tahun 1911, saat pecahnya perang dunia pertama. 8 Maret dirayakan kemudian dirayakan dengan pawai dan demonstrasi perempuan di berbagai negara Eropa. Sementara beberapa Negara merayakannya meski dalam keadaan perang, dalam bentuk demonstrasi dan protes.
Baru di tahun 1975, PBB menetapkannya sebagai tahun internasional perempuan. Penetapan ini diikuti dengan penetapan tahun 1976 hingga 1985 sebagai “Dasa Warsa Perempuan”. (dari berbagai sumber).
Pesan kami masih sangat relevan dengan sejarah IWD:
PILIH CALEG PEREMPUAN. JANGAN GOLPUT.
Hak pilihmu adalah hasil perjuangan panjang.
Selamat merayakannya untuk semua perempuan.
#sumber Copas dari Dina Lumbantobing (Pesada/Koor. Permampu)

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website